
SoyaBean Powder with Apple(Minuman Istimewa Pengganti Susu Sapi)
SoyaBean Powder with Apple, minuman istimewa, pelengkap nutrisi untuk kesehatan yang optimal. Minuman alami berkualitas tinggi ini terbuat dari kacang kedelai bermutu tinggi dilengkapi ekstrak buah apel. SoyaBean Powder with Apple adalah inovasi minuman cepat saji yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Keistimewaan SoyaBean Powder with Apple :
Kualitas Prima - Kacang kedelai dari Soyabean Powder with Apple berasal dari Hei Long Jiang - China yang terkenal di dunia akan mutu kedelainya yang prima, karena dibudidayakan di tanah yang subur, iklim yang sangat cocok dan lingkungan alamnya yang bebas dari polusi.
Cita rasa yang khas - legit nikmat tiada banding. Penambahan ekstrak apel dimaksudkan untuk menghilangkan bau dan rasa langu kedelai serta meningkatkan cita rasa Soyabean nikmat tak terlupakan. Selain itu apel mengandung pektin (sejenis serat makanan yang mudah larut) yang bermanfaat sebagai pembersih racun dari dalam tubuh dan menurunkan kadar LDL dan kolesterol darah.
Manfaat Soya Bean with Apple :
Sebagai antioksidan untuk memperlambat penuaan dan mencegah kanker, khususnya kanker payudara, kanker usus besar, kanker lambung dan kanker prostat.
Menurunkan kadar kholesterol dan LDL.
Menguatkan tulang.
Menghilangkan "Hot Flashes" (badan panas meriang) menjelang menopause.
Meningkatkan daya tahan atau imun tubuh.
Membantu mencegah penyakit jantung dan stroke.
Tinggi protein dan Kalsium sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak.
Meningkatkan daya ingat dan kecerdasan.
Mencegah kegemukan.
Memperbaiki/melancarkan pencernaan
Sebagai Prebiotik untuk memperbaiki keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan
PEMESANAN DAPAT MENGHUBUNGI KE 085659 211 246
Sumber: kk indonesia
Selengkapnya...
SoyaBean Powder with Apple
Pengertian, Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Pengertian, Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Beberapa pakar lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut :
David H Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
J. Suprapto
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
Sutrisno Hadi
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
The New Horison Ladder Dictionary
Pengertian research ialah a careful study to discover correct information, yang artinya, suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar.
Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris research (re berarti kembali, dan search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali.
Menurut kamus Webster New Internasional, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Hillway dalam bukunya Introduction to research mengemuka-kan bahwa penelitian adalah suatu metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (Hillway, 1965)
Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : a systematic attempt to provide answer to question, yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat- primernya, yaitu empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode.
Kadang-kadang orang menyamakan pengertian penelitian dengan metode ilmiah. Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha mengembangkan, serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip-prinsip, teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan generalisasi. Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah.
Fokus perhatian dalam suatu penelitian adalah masalah, masalah yang muncul dalam pikiran peneliti berdasarkan penelaahan situasi yang meragukan (a perplexing situation). Masalah adalah titik sentral dari keseluruhan penelitian.
Cara memperoleh pengetahuan
1. Commonsense: akal sehat.
Pengetahuan didasarkan pada pikiran sehat yang secara umum diterima kebenarannya, tapi tidak ditunjang oleh informasi empiris.
Contoh : matematika adalah pengasah otak.
2. Otoritas
Pengetahuan didasarkan pada penghormatan atas kekuasaan seseorang atau sesuatu tanpa kritik.
Contoh : Dimasa Ptolemaeus berkembang teori geosentri, yang merupakan doktrin dari kaum gereja yang berkuasa saat itu.
3. Intuitif
Pengetahuan yang didasarkan atas firasat atau pengalaman.
Contoh : Doktrin dari Supranatural
4. Logika :
Pengetahuan yang didasarkan pada kebenaran rasional atau logika.
Contoh : Mayor premise : Semua manusia mati
Minor premise : Socrates adalah manusia
Kesimpulan : Sorates mati.
Empiris :
Pengetahuan diperoleh dari objek pegetahuan itu sendiri, pengetahuan diperoleh dari data-data hasil penelitian.
Ciri-ciri penelitian
1. Memiliki masalah, terumus jelas dan terperinci.
2. Memiliki hipotesis, terumus jelas dan terperinci.
3. Terencana, bertujuan dan bermetode.
4. Empiris, berdasarkan observasi fenomena.
5. Berlogika, berdasarkan analisis teoritis.
6. Berakurasi dan valid, menggunakan instrumen yang tepat dan reliabel.
7. Memiliki sumber data, primer dan sekunder.
8. Non-etikal, bersifat objektif.
9. Siklikal, sistematis.
10. Berproduk: abstrak (berupa: prinsip, generalisasi, dan teoritik) atau konkret (berupa: model atau alat)
Karakteristik penelitian :
1. Berfungsi menjawab permasalahan tertentu.
2. Dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu.
3. Melibatkan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyimpulan data (fakta dan opini).
E. Langkah-langkah penelitian :
1. Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.
2. Penelaahan kepustakaan.
3. Penyusunan hipotesis.
4. Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variable-variabel.
5. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data.
6. Penyusunan rancangan penelitian.
7. Penentuan sample.
8. Pengumpulan data.
9. Pengolahan dan analisis data.
10. Interpretasi hasil analisis.
11. Penyusun laporan/publikasi penelitian.
TUJUAN DILAKUKAN PENELITIAN (Sutrisno Hadi, 2001)
1. Menemukan pengetahuan
2. Mengembangkan pengetahuan
3. Menguji kebenaran suatu pengetahuan
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dibedakan kedalam tiga jenis, meliputi:
a. Penelitian Eksploratif
Yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menggali data dan informasi tentang topik atau isu-isu baru yang ditujukan untuk kepentingan pendalaman atau penelitian lanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang lebih akurat yang akan dijawab dalam penelitian lanjutan atau penelitian kemudian. Peneliti biasanya menggunakan penelitian eksplorasi ini untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup dalam penyusunan desain dan pelaksanaan kajian lanjutan yang lebih sistematis.
Penelitian eksploratory pada umumnya dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan ”Apa (what)” (Apa sesungguhnya fenomena sosial tersebut?). Pada penelitian ini seringkali menggunakan data-data kualitatif.
b. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif menghadirkan gambaran tentang situasi atau fenomena sosial secara detil. Dalam penelitian ini, peneliti memulai penelitian dengan desain penelitian yang terumuskan secara baik yang ditujukan untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas.
Penelitian deskriptif biasanya berfokus pada pertanyaan ”bagaimana (how)” dan ”siapa (who)” (Bagaimana fenomena tersebut terjadi? Siapa yang terlibat didalamnya?)
c. Penelitian Eksplanatif
Tujuan penelitian eksplanatif adalah untuk memberikan penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjawab pertanyaan ”mengapa (why)”.
2. Kegunaan penelitian
Berdasarkan kegunaannya, penelitian dapat dibedakan kedalam dua jenis, meliputi:
a. Penelitian dasar (basic research)
Suatu penelitian disebut sebagai penelitian dasar (penelitian akademik atau penelitian murni) jika penelitian tersebut berguna untuk me
mahami “fundamental nature” dari suatu fenomena social atau menyediakan dasar pengetahuan dan pemahaman yang dapat digeneralisir pada berbagai wilayah kebijakan, masalah, atau wilayah kajian. Focus penelitian dasar adalah untuk menolak atau menerima teori-teori yang telah memberikan penjelasan mengapa (why) suatu fenomena social terjadi, apa (what) yang menyebabkan hal tersebut terjadi, mengapa hubungan social mengikuti cara tertentu, dan mengapa masyarakat mengalami perubahan.
b. Penelitian terarapan (applied research)
Kegunaan penelitian terapan adalah pemanfaatan atau penerapan ilmu pengetahuan pada isu-isu praktis tertentu, seperti untuk menjawab persoalan kebijakan atau social problem solving. Pada penelitian terapan penggunaan teori kurang dipentingkan dibandingkan dengan pencarian solusi untuk masalah yang akan ditangani. Pada umumnya, penelitian terapan adalah jenis penelitian deskriptif.
Beberapa jenis penelitian terapan, antara lain: action research, social impact assesment, dan evaluation research.
1) Action Research
Adalah penelitian terapan yang memperlakukan pengetahuan sebagai kekuatan dan menghapus garis pemisah antara penelitian dan tindakan sosial. Banyak jenis dari penelitian tindakan, namun demikian ada beberapa karakteristik yang berlaku umum, meliputi: 1) mereka yang dipelajari berpartisipasi dalam proses penelitian; 2) penelitian berkaitan dengan pengetahuan yang umum atau sudah populer; 3) fokus penelitian adalah pada kekuatan (power) dengan tujuan penguatan (empowerment); 4) arah penelitian adalah untuk menumbuhkan kesadaran atau meningkatkan keperdulian; dan 5) penelitian terkait secara langsung dengan tindakan politik.
2) Social Impact Assessment
Merupakan bagian dari Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) yang seringkali diperlukan untuk menaksir dampak social yang akan timbul atau menganalisis dampak social yang terjadi karena adanya suatu proyek atau penerapan suatu kebijakan tertentu.
Wilayah yang dikaji, antara lain mencakup:
- Pelayanan masyarakat (mis. school enrolments, speed of policy responses)
- Kondisi sosial (mis. Rata-rata kejahatan)
- Dampak ekonomi (mis. business failure rate)
- Konsekuensi demografi (mis.pergerakan penduduk keluar atau masuk suatu wilayah).
- Lingkungan (mis., perubahan kualitas lingkungan kita)
- Hasil kesehatan (mis. Perubahan jenis penyakit)
- Efek terhadap psikologi (mis. Perubahan perilaku, stres)
3) Evaluation Research
penelitian jenis ini biasanya dilakukan untuk menjawab pertanyaan “apakah kebijakan/program ini bekerja sebagaimana seharusnya?”. Smith and Glass (1987: 31) mendefinisikan penelitian evaluasi sebagai “the process of establishing value judgments based on evidence”.
Evaluation research mengukur efektivitas dari suatu kebijakan, program atau cara melakukan sesuatu. Penelitian ini dapat berbentuk deskriptif, eksploratif, maupun eksplanatif. Namun demikian, pada umumnya adalah deskriptif. Jenis penelitian ini meliputi formative dan summative. Formative evaluation dilaksanakan berbarengan dengan monitoring (built-in monitoring). Sedangkan Summative evaluation dilaksanakan setelah kegaitan selesai dan ditujukan untuk mengetahui hasil dari penerapan kebijakan tersebut.
sumber : http://garasighaliya.blogspot.com
Selengkapnya...
Contoh Kerangka Makalah
A. Pendahuluan
Salah satu ciri kemampuan yang dihasilkan dari sebuah lembaga pendidikan formal adalah kemampuan penulisan sebuah makalah atau sering juga disebut dengan paper. Pada lembaga pendidikan formal seperti pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan pendidikan tinggi (universitas ataupun sekolah tinggi) telah menjadikan penulisan makalah atau paper tersebut sebagai salah satu syarat kelulusan dari peserta didiknya.
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua term makalah dan paper, atau bahkan banyak kalangan memberikan definisi yang sama tentang keduanya.
Dalam gambaran umum, Concise oxford dictionary – the tenth edition, makalah atau paper (selanjutnya kita gunakan istilah makalah) didefinisikan sebagai rangkaian pengujian terhadap beberapa pertanyaan yang dijawab dalam sebuah sesi. Atau dengan kata lain, makalah merupakan jawaban tertulis dari pengujian atas beberapa pertanyaan. Untuk mempersingkat pembahasan, term makalah dari definisi diatas inilah yang akan dijadikan landasan uraian isi dalam artikel ini.
Dari definisi term makalah diatas, maka diambil sebuah benang merah tentang definisi atas term makalah akademis sebagai penulisan makalah yang mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam dunia akademis. Aturan-aturan tersebut adalah antara lain; menggunakan level penulisan formal dengan format baku penulisan disesuaikan dengan lembaga yang terkait, bersifat ilmiah, didukung oleh fakta atau terdapat teori-teori (pendapat ahli) yang berkaitan dengan materi yang sedang ditulis serta sumber pustaka atau lebih dikenal dengan istilah bibliography (daftar pustaka), Nasution (1987) menambahkan bahwa syarat ilmiah dari sebuah makalah adalah jika mengikuti langkah-langkah yang umum dipakai dalam metode pemecahan masalah atau problem solving; yaitu:
Adanya masalah
Pengajuan hipotesis atau praduga jawaban atas masalah yang ada
Pengumpulan data
Menguji hipotesis, kemudian
Mengambil kesimpulan yang merupakan generalisasi jawaban dari pertanyaan yang telah diuji
Dalam artikel ini, pembahasan difokuskan kepada langkah-langkah dasar yang disusun dalam proses penulisan sebuah makalah akademis mulai dari perencanaan hingga pengambilan keputusan dan pemberian saran. Yang perlu diingat adalah, bahwasanya langkah-langkah tersebut bukan bersifat baku melainkan sebuah penawaran belaka bagi pemula dalam memulai penulisan makalah akademis mereka. Serta, format penulisan makalah yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan format penulisan yang lazim digunakan.
Langkah dalam proses penulisan makalah yang diuraikan dalam artikel ini lebih menekankan pada dasar pencarian sumber pustaka atau literature search yang dapat ditelusuri melalui jalur perpustakaan atau dapat juga melalui internet. Selain itu, uraian dalam artikel ini merupakan pedoman dasar dalam proses penulisan sebuah skripsi nantinya.
Contoh-contoh yang diberikan berkaitan dengan pembahasan dalam uraian artikel ini diambil dari sumber skripsi sebagai berikut:
“The Correlation Between Student’s Vocabulary Mastery and Reading Comprehension” (Hubungan Antara Pencapaian Kosa Kata Siswa dengan Kemampuan Membaca) oleh Wiji Hastuti, Jurusan Bahasa Inggris IKIP Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (2001).
“Pendekatan Keterampilan Proses dan Pendekatan Pencapaian Konsep dalam Pembelajaran Fisika” oleh Dwi Hariyadi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (2003).
“Students’ Response towards the Use of Supermemory Music in Reading Lessons” (Respon siswa terhadap penggunaan musik supermemory dalam pelajaran membaca), Studi Kasus di Intensive English Course (IEC) Tanjung Priuk Jakarta Utara oleh Herri Mulyono, Jurusan pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (2003).
B. Isi Artikel
Artikel ini berisi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses penulisan sebuah makalah akademis. Uraian pembahasan langkah-langkah tersebut ditulis dalam kerangka sebagai berikut:
a. Pendahuluan
b. Isi Artikel
c. Kerangka Umum Sebuah Makalah Akademis
d. Syarat Makalah Akademis Yang Baik
e. Mendapatkan Sebuah Topik
f. Topik atau Judul?
g. Menilai Sebuah Topik Makalah
h. Mengembangkan Sebuah Topik
i. Membentuk Kerangka Dasar
j. Sistematika dan Teknis Penulisan
k. Plagiarisme
l. Mana Yang Terlebih Dahulu Ditulis, Bab I atau Bab II?
m. Penulisan Uraian Pengembangan Topik dalam Bab II
n. Penulisan Bab I dan III
o. Penulisan Kesimpulan dan Saran
p. Pemilihan Judul
q. Penulisan Abstrak
r. Penutup
Daftar Pustaka
C. Kerangka Umum Sebuah Makalah Akademis
Dalam sebuah makalah umum, uraian jawaban atas pengujian terhadap beberapa masalah ditulis dalam kerangka sebagai berikut:
Abstrak
Kata Pengantar (halaman … )
Daftar Isi (halaman … )
Bab I Pendahuluan (halaman … )
1.1. Latar Belakang Masalah (halaman … )
1.2. Perumusan Masalah (halaman … )
1.3. Ruang Lingkup Pembahasan dan Batasan (halaman … )
1.4. Tujuan Penulisan (halaman … )
1.5. Manfaat Penulisan (halaman … )
Bab II Pembahasan (halaman … )
2.1. Definisi Term (halaman … )
2.2. Pembahasan Masalah (halaman … )
Bab III Penutup (halaman … )
3.1. Kesimpulan (halaman … )
3.2. Saran (halaman … )
Daftar Pustaka
Lampiran
Sedikitnya, sebuah makalah terdiri dari tiga bab seperti pada kerangka diatas. Tetapi, jika sebuah pembahasan dirasakan memerlukan penjelasan lebih maka uraian pembahasan tersebut dapat ditambahkan pada bab lainnya, misalnya bab III untuk penambahan uraian pembahasan dan bab IV dijadikan penutup.
Dari sudut pandang inilah sebuah makalah dapat dibedakan dari sebuah skripsi yang sering merupakan hasil laporan sebuah penelitian. Pada sebuah skripsi, bab III dituliskan sebagai uraian metodologi penelitian yang digunakan dan bab IV merupakan uraian hasil penelitian yang telah dilakukan.
Anda juga bisa melihat serta menganalisa dan mempelajari contoh - contoh makalah Bahasa Inggris di bawah yang banyak sekali. Selai contoh Makalah anda juga bisa mempelajari Contoh Kerangka Makalah dan Segala hal yang menyangkut Makalah, Paper,Karya Tulis, Skripsi maupun tesis.
Dengan panduan dan Contoh Makalah yang diberikan di atas, diharapkan orang yang perlu Contoh - contoh Makalah dapat memanfaatkan panduan tersebut.
sumber http://contohnaskah.blogspot.com/
Selengkapnya...
Contoh Fungsi OSI Layer dalam Kasus Ketika didalam LAN Kantor, dan Kita Ingin Mengirim E-mail
Contoh Fungsi OSI Layer dalam Kasus
Ketika didalam LAN Kantor, dan Kita Ingin Mengirim
E-mail
Layer 7: Kita menggunakan email client(Cth: Outlook Express atau Thunderbird) yang memiliki fungsi SMTP dan POP3 menurut OSI layer 7(Application).
Layer 6: Kita mengirim email dalam format ASCII atau HTML. Si aplikasi kemudian membuat sebuah unit data yang diformat dalam ASCII atau HTML menurut OSI Layer 6 (Presentation).
Layer 5: Pesan email tersebut akan menggunakan Operating System untuk membuka sebuah sesi(Session) untuk komunikasi antar host menurut OSI Layer 5 (Session)
Layer 4: Sebuah soket TCP dengan server SMTP dibuka oleh sistem operasi. Virtual Circuit dibuka antara komputer kita dan server email dengan menggunakan TCP menurut OSI Layer 4 (Transport)
Layer 3: Komputer kita akan mencari alamat IP server SMTP sesuai dengan tabel routing dari sistem operasi. Jika tidak ketemu di dalam tabel routing, maka akan di teruskan ke router perusahaan/kantor tempat kita bekerja untuk menentukan jalur. Protocol IP inilah yang berada pada OSI Layer 3(Network).
Layer 2: Paket IP ditransformasikan ke frame ethernet menurut OSI Layer 2 (Data Link).
Layer 1: Frame ethernet dikonversikan ke sinyal-sinyal listrik yang dikirim sepanjang kabel CAT5 menurut OSI Layer 1(Physical).
Berkenalan Dengan OSI Model
Open Systems Interconnection (OSI) adalah sebuah refrensi model yang dibuat dan dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk kompabilitas berbagai macam teknologi. Kenyataannya, pada saat ini OSI sekarang menjadi refrensi untuk mengkomunikasikan sebuah jaringan. Dan OSI Model ini bukan satu satu nya model jaringan. Tetapi merupakan salah satu dari sekian banyak model jaringan.
OSI Model ini terdiri dari 7 layer. Seperti gambar dibawah ini, masing2 Layer menjelaskan fungsinya di sebuah jaringan.
OSI Layer 7: Application
OSI Application ini mengacu pada aplikasi yang melayani komunikasi. Pada saat programmer membuat software image editor, mereka nggak perlu perlu memikirkan untuk penambahan OSI Layer 7 ini. Karena Applikasi tersebut tidak berhubungan dengan komputer yang lainnya. Lain halnya dengan pembuat program FTP. Mereka harus menambahkan kemampuan komunikasi pada software tersebut.
Pada Layer 7 kita akan sering menemukan Telnet, FTP, HTTP, SMTP atau SSH.
OSI Layer 6: Presentation
Tujuan dari layer ini adalah mendefinisikan format data yang mewakili data tersebut. Contoh format data adalah ASCII, JPEG, GIF, TIFF, MPEG, dst,..
Mendefinisikan format data ini sangatlah penting. Contohnya sewaktu kita mengirim/menerima Email. Yang biasanya dalam format ASCII atau HTML. Apabila formatnya tidak terdefinisikan dengan baik, tentu saja email itu tidak bisa di baca.
OSI Layer 6 menyediakan layanan untuk Layer yang diatasnya. Dia memformat data yang akan dikirim melalui jaringan supaya applikasi yang menerima mengerti/memahami bahkan bisa memanipulasi data tersebut.
OSI Layer 5: Session
Session Layer mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri percakapan. Layer 5 ini menjamin komunikasi antara host, yang berarti bahwa menetapkan cara untuk mengatur sesi antara aplikasi.
Di Layer ini kita temukan SQL, NFS, RPC, dsb,.. Biasanya system operasi yang bertanggung jawab untuk Layer yang satu ini.
OSI Layer 4: Transport
Layer Transport menjamin pengelolaan circuit virtual antara host yang mampu mengkoreksi kesalahan. Ini berisikan serangkaian protokol dengan masalah-masalah transportasi antara host. Protokol-protokol ini dapat menyusun ulang aliran data paket jika tiba tiba rusak. Layer 4 juga bertanggung jawab atas data yang masuk dari aliran yang berbeda untuk aplikasi yang berjalan pada host yang sama.
Di Layer ini kita menemukan TCP, UDP dan SPX. Fitur penting di Layer ini adalah kemampuan untuk mengkoreksi kesalahan dan Flow Control dari Router. OSI Layer 4 menyediakan layanan untuk Layer 5, yang berarti bahwa setelah data diterima dan di atur kembali sedemikian rupa baru deh diberikan ke Layer diatasnya untuk penanganan. Layer 4 ini bertanggung jawab untuk membatasi kecepatan transmisi jaringan sehingga tidak terjadi flood. Ini disebut juga dengan Flow Control.
OSI Layer 3: Network
Layer 3 ini mendefinisikan pengiriman data dari ujung ke ujung (End-To-End). Agar compie dapat diidentifikasikan, Layer 3 mendefinisikan alamat secara logis (Contoh IP). OSI Layer 3 juga mendefinisikan bagaimana routing bekerja dan bagaimana rute dipelajari oleh router untuk pengiriman paket2. Juga mendefinisikan fragmentasi paket, dimana hal ini merupakan proses yang memecah paket ke unit yang lebih kecil agar dapat mengakomodasi media dengan ukuran yang lebih kecil (Maximum Transmission Packets MTU). Pada umumnya di Layer ini kita menemukan IP dan IPX. Ketika kita ngobrol tentang OSI Layer 3, kita harus berfikir tentang “Routing”. Sebagai contoh, Layer 3 adalah perangkat yang menjalankan protokol routing untuk lintasan.
Router membuat keputusan routing berdasarkan tabel routing yang mereka miliki. Tabel routing itu sendiri merupakan kumpulan aturan yang mendefinisikan kemana data harus pergi dan alamat tertentu dalam sebuah jaringan.
OSI Layer 2: Data Link
Layer 2 ini bertujuan untuk mentransfer data melalui media tertentu. Contoh, IEEE 802.3 yang merupakan protokol untuk ethernet, di temukan di OSI Layer 2. Hubs dan Switches juga merupakan perangkat Layer 2 yang mentransfer paket2 dari kabel tembaga. Pada Layer 2 ini kita akan menemukan protokol seperti ATM, Frame Relay, HDLC, PPP, FDDI, dsb,..
Akan tetapi, yang perlu kita pahami di Layer ini adalah bahwa OSI layer 2 menentukan bagaimana paket yang di kirim ke link komunikasi. Ketika kita ngobrol OSI layer 2, kita harus berfikir tentang “Switching”.
OSI Layer 1: Physical
Layer 1 berisi spesifikasi media fisik transmisi data yang digunakan protokol link layer. Layer 1 adalah tentang konektor, pin, arus listrik, modulasi cahaya, dan lain-lain. Pada Layer 1, kita menemukan 802,3 standart, yang memiliki definisi tentang pinout ethernet, panjang kabel, tegangan, dll Lebih itu, kita menemukan spesifikasi pengkabelan standar untuk RJ45, RJ48, V.35, V.24, dan bla bla,..
Ketika kita berbicara tentang lapisan 1, kita berpikir tentang “Kabel dan Konektor”.
Selengkapnya...
SIstem Manajemen Basis Data (Database Management System)
KONSEP DASAR
Data
Data adalah nilai / value yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu obyek atau kejadian (event).
Informasi
Merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Database
Definisi menurut Raghu Ramakrisnan (2003) :
“A database is a collection of data, typically describing the activities of one or more related organizations. For example, a university database might contain information about the following :
• Entities such as students, faculty, courses, and classrooms.
• Relationships between entities, such as students' enrollment in courses, faculty teaching courses, and the use of rooms for courses”
Definisi menurut Ramez Elmasri (2004) :
“A database is a collection of related data”. By data, we mean known facts that can be recorded and that have implicit meaning. For example, consider the names, telephone numbers, and addresses of the people you know.
A database has the following implicit properties:
• A database represents some aspect of the real world, sometimes called the miniworld or the universe of discourse (DoD). Changes to the miniworld are reflected in the database.
• A database is a logically coherent collection of data with some inherent meaning. A random assortment of data cannot correctly be referred to as a database.
• A database is designed, built, and populated with data for a specific purpose. It has an intended group of users and some preconceived applications in which these users are interested.
Definisi umum (E. Prasetyo, 2006) :
Kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yan diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software tertentu untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Mengapa Diperlukan Database ?
Salah satu komponen penting (jantung) dalam Sistem Informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
Menentukan kualitas informasi yang akurat, tepat pada waktunya (real time), relevan dan handal. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
Mengurangi duplikasi data (redundansi data).
Hubungan antar data dapat ditingkatkan.
Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar (ekternal data storage).
Database Management System (DBMS)
Definisi menurut Raghu Ramakrisnan (2003) :
“A database management system, or DBMS, is software designed to assist in maintaining and utilizing large collections of data”. The need for such systems, as well as their use, is growing rapidly. The alternative to using a DBMS is to store the data in files and write application-specific code to manage it.
Definisi menurut Ramez Elmasri (2004) :
A database management system (DBMS) is a collection of programs that enables users to create and maintain a database.
The DBMS is hence a general-purpose software system that facilitates the processes of defining, constructing, manipulating, and sharing databases among various users and applications :
• Defining a database involves specifying the data types, structures, and constraints for the data to be stored in the database.
• Constructing the database is the process of storing the data itself on some storage medium that is controlled by the DBMS. Manipulating a database includes such functions as querying the database to retrieve specific data, updating the database to reflect changes in the miniworld, and generating reports from the data.
• Sharing a database allows multiple users and programs to access the database concurrently.
• Other important functions provided by the DBMS include protecting the database and maintaining it over a long period of time. Protection includes both system protection against hardware or software malfunction (or crashes), and security protection against unauthorized or malicious access. A typical large database may have a life cycle of many years, so the DBMS must be able to maintain the database system by allowing the system to evolve as requirements change over time.
Gambar 1 Lingkungan sistem basis data (R. Elmasri, 2004)
http://www.facebook.com/photo.php?pid=31643362&o=all&op=1&view=all&subj=140684282629888&id=1124020385
Keuntungan penggunaan DBMS (R. Ramakrishnan, 2003)
• Data Independence: Application programs should not, ideally, be exposed to details of data representation and storage, The DBJVIS provides an abstract view of the data that hides such details.
• Efficient Data Access: A DBMS utilizes a variety of sophisticated techniques to store and retrieve data efficiently. This feature is especially impOl'tant if the data is stored on external storage devices.
• Data Integrity and Security: If data is always accessed through the DBMS, the DBMS can enforce integrity constraints. For example, before inserting salary information for an employee, the DBMS can check that the department budget is not exceeded. Also, it can enforce access contmls that govern what data is visible to different classes of users.
• Data Administration: When several users share the data, centralizing the administration of data can offer sig11ificant improvements. Experienced professionals who understand the nature of the data being managed, and how different groups of users use it, can be responsible for organizing the data representation to minimize redundancy and for fine-tuning the storage of the data to make retrieval efficient.
• Concurrent Access and Crash Recovery: A DBMS schedules concurrent accesses to the data in such a manner that users can think of the data as being accessed by only one user at a time. Further, the DBMS protects users from the effects of system failures.
• Reduced Application Development Time: Clearly, the DBMS supports important functions that are common to many applications accessing data in the DBMS. This, in conjunction with the high-level interface to the data, facilitates quick application development. DBMS applications are also likely to be more robust than similar stand-alone applications because many important tasks are handled by the DBMS (and do not have to be debugged and tested in the application).
Data Model (R. Ramakrishnan, 2003)
“A data model is a collection of high-level data description constructs that hide many low-level storage details”. A DBMS allows a user to define the data to be stored in terms of a data model. Most database management systems today are based on the relational data model.
While the data model of the DBMS hides many details, it is nonetheless closer to how the DBMS stores data than to how a user thinks about the underlying enterprise. A semantic data model is a more abstract, high-level data model that makes it easier for a user to come up with a good initial description of the data in an enterprise. These models contain a wide variety of constructs that help describe a real application scenario. A DBMS is not intended to support all these constructs directly; it is typically built around a data model with just a few bi:1Sic constructs, such as the relational model. A database design in terms of a semantic model serves as a useful starting point and is subsequently translated into a database design in terms of the data model the DBMS actually supports.
Jenjang Data (E. Prasetyo, 2006)
Characters : Merupakan kesatuan data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf ataupun karakter – karakter khusus (special characters) yang membentuk suatu item data / field
Field : Merepresentasikn suatu atribut dari record yan menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record.
Kriteria dalam penulisan field :
1. Nama Field : Suatu field harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan yang lain.
2. Representasi Field : Setiap field harus mempunyai tipe field (karakter, teks, tanggal, angka, image, dsb.), lebar field (lebar maksimumm yang dapat diisi dengan karakter – karakter data).
3. Nlai Field : Isi dari field untuk masing – masing record.
Record : Kumpulan dari field membentu suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap – tiap record dapat mewakili data tiap – tiap karyawan.
File/Tabel : File/tabel terdiri dari record – record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data – data tentang semua mata pelajaran yang ada. Dalam impelmetasinya, file biasanya berupa tabel.
Database : Kumpulan dari file / tabel, dan semua fasilitas (dari software database) yang mendampingi tabel membentuk suatu database.
Flag yang melekat pada data (U. Pujianto, 2006)
Tipe data : adalah jenis-jenis data yang tersimpan di dalam sebuah field database.
Misalnya, tipe data yang didukung oleh Microsoft Access antara lain Text, Memo, Number, Date/Time, Currency, Auto Number, Yes/No, OLE Object, Hyperlink, Lookup Wizard.
Relationship : adalah hubungan yang terjadi antara dua tabel atau lebih, yang dimungkinkan jika ada field-field yang nilainya saling berpadanan. Ada tiga macam relationship pokok dalam database, yaitu:
o One-to-One : hubungan satu-satu antara dua field dalam satu tabel atau lebih .
Contoh : Seorang mahasiswa hanya dimungkinkan mempunyai sebuah no_reg, dan satu no_reg hanya dapat ditugaskan pada satu orang mahasiswa saja
o One-to-Many (dan variasinya Many-to-One) : hubungan satu ke banyak antara dua field.
Contoh : Seorang mahasiswa dapat mengambil lebih dari satu mata kuliah.
o Many-to-Many : hubungan banyak-ke-banyak antara dua field.
Contoh : Seorang dosen dapat mengajar banyak mahasiswa, dan sebaliknya seorang mahasiswa juga dapat diajar oleh lebih dari satu dosen.
Untuk membuat sebuah relationship diperlukan field-field yang saling berpadanan. Field-field yang dimaksud adalah Field Primary Key dan field Foreign Key (Primary key yang dibutuhkan/ dicantumkan pada tabel lain).
Primary Key : adalah data pada sebuah field yang secara unik membedakan antara record yang satu dengan yang lainnya.
Contoh : Dalam sebuah record mahasiswa (Tabel Profil_Mahasiswa), data yang termasuk dalam field No_Reg merupakan Primary Key, karena tidak mungkin ada dua mahasiswa mempunyai no. Reg yang sama. Atau dapat dikatakan No_Reg adalah unik untuk setiap mahasiswa.
Foreign Key : disebut juga kunci tamu, adalah field-field unique milik sebuah tabel yang di lain pihak merupakan primary key di tabel lain.
Contoh : Pada tabel nilai, didefinisikan sebuah field dengan nama noreg yang data-datanya sama dengan data-data pada field noreg pada tabel mahasiswa. Hal itu dilakukan untuk menjelaskan bahwa data dalam field nilai di tabel nilai itu milik mahasiswa tertentu. Field noreg pada tabel nilai inilah yang disebut sebagai foreign key
Contoh berikut menggambarkan sebuah table lengkap dengan field-field, dan sampel record-recordnya (U. Pujianto, 2006).
Tabel Mahasiswa
no_reg Nama_mhs alamat_mhs
06621001 Asrul Sani Graha Kembangan Asri B12
06621002 Wim Umboh Jl Panglima Sudirman 34
06621003 Motinggo Busye Jl RA Kartini Gg. XIV No 4B
06621004 Khairil Anwar Jl. Arif Rahman Hakim 63
06621005 Ibnu Sina Jl. Brigjen Katamso 90
Keterangan :
o Sebuah Tabel yang diberi nama Table Mahasiswa digunakan untuk menyimpan data-data (record-record) mahasiswa.
o Setiap record terdiri dari tiga macam informasi yaitu no reg mahasiswa, nama mahasiswa, dan alamat mahasiswa. Oleh karena itu perlu didefinisikan tiga buah field, yaitu no_reg, nama_mhs, dan alamat_mhs untuk menyimpan masing-masing informasi dalam setiap record.
o Field no_reg mempunyai tipe data number, sedangkan field nama_mhs dan field alamat_mhs mempunyai tipe data text.
o Data pada field no_reg merupakan Primary Key karena data tersebut adalah unique untuk setiap mahasiswa (tidak ada mahasiswa yang mempunyai No Reg yang sama). Artinya data no_reg akan membedakan antar record yang satu dengan yang lainnya
Tipe File/Tabel
Secara fungsional file – file (tabel) dalam database dapat di kelompok-kelompokkan kedalam beberapa kategori sebagai berikut (E. Prasetyo, 2006):
1. File induk ( master file )
File (tabel) dalah file yang biasanya perlu dilakukan entry dulu diawal sistem informasi diterapkan. Dan akan ditambah, diganti atau dihapus jika setiap saat terjadi keperluan perubahan.
Pada file induk dapat dibedakan menjadi 2 macam :
a. File induk acuan ( reference master file )
Adalah file induk yang recordnya bersifat statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar gaji, file mata kuliah.
b. File induk dinamis ( dinamic master file )
Adalah file induk yang nilai dan record – recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalnya file induk data barang yang setiap saat harus di-udate bila terjadi transaksi.
2. File Transaksi ( transaction file )
File ini bisa disebut file input, digunakan untuk merekam data hasil transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan.
3. File Laporan ( report file )
File ini bisa disebut file output, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan. Saat ini file output tidak selalu berupa file secara fisik tetapi dapat berupa file virtual sebagai hasil pengolahan data yang kemudian ditampilkan dalam sistem informasi.
4. File Sejarah ( history file )
File ini bisa disebut file arsip (archival file), merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi masih disimpan sebagai arsip. File history dapat juga berupa catatan login pengguna atau data – data pendukung lain yang digunakan oleh sistem informais seperti file data instansi pengguna sistem informasi, file format nota, dan sebagainya.
5. File Cadangan ( backup file )
File ini merupakan salinan dari file – file yang masih aktif di dalam database pada saat tertentu. File ini biasanya berupa file fisik eksternal sebagai salinan atau cadangan bila file yang sedang aktif mengalami kerusakan atau hilang.
Contoh struktur database yang menyimpan data mahasiswa dan mata kuliah yang diambil (R. Elmasri, 2004)
Referensi :
1. Ramakrishnan, R., Johannes Gehrke, Database Management Systems Third Edition, McGraw-Hill Education, 2003.
2. Elmasri, R., Shamkant B. Navathe, Fundamentals Of Database Systems FourthEdition, Addison-Wesley, 2004
3. Prasetyo, Eko, Database Management Systems, Modul Kuliah Diploma 1 Teknik Informatika Univ. Muhammadiyah Gresik, 2006
4. Pujianto, Utomo, Pengantar Database, Modul Praktikum Sistem Basis Data Teknik Informatika Univ. Muhammadiyah Gresik, 2006
Selengkapnya...
Cincin dari perak untuk laki-laki boleh ?

Sehubungan dengan adanya niatan tuk memakai perhiasan yg dihalalkan bagi Pria, maka langsung mencari hukum dan referensi.Alhamdulillah dapat di dari blog sahabat ini, dan langsung saja di posting di blog, mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat
Sehubungan dengan adanya beberapa komentar tentang hukum memakai cincin dari perak untuk laki-laki, maka di sini saya perlu untuk kembali menulis tentang masalah ini.
Benar apa yang dikatakan oleh Mas Robin bahwa diperbolehkan bagi laki-laki untuk memakai cincin yang terbuat dari perak, sekalipun emas dan perak adalah sama-sama perhiasan.
Semalam saya sempat berdiskusi kembali dengan beberapa kawan dan kembali membuka-buka refensi, terutama kitab-kitab hadits, dan terlebih lagi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dan ternyata kesimpulan yang terjadi adalah seperti di atas.P
Pada mulanya jawaban itu hanya saya dasarkan kepada ingatan saya belaka, tanpa merujuk kepada suatu kitab tertentu sebagaimana kebiasaan saya, karena minimnya waktu untuk nulis di blog ini. Setelah ada waktu sedikit senggang saya kembali buka-buka referensi dan mendapatkan kesimpulan yang terbaik dengan tulisan yang sudah saya postingkan sebelumnya. Dan tulisan ini sekaligus meralat tulisan saya sebelumnya. Posting tersebut tidak saya hapus agar saya sendiri selalu mengingat bahwa saya pernah salah dalam menulis dan menjawab agar saya menjadi lebih hati-hati di masa yang akan datang. Semoga Allah mema’afkan kesalahan saya.
Ada banyak hadits yang menunjukkan kebolehan bagi orang laki-laki untuk memakai cincin dari perak. Diantaranya sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang terjemahannya demikian :
rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam membuat cincin yang terbuat dari emas dan mengukir kata “Muhammad” rasulullah padanya. Kemudian para sahabat mengikutinya. Ketika beliau melihat para sahabatnya mengikutinya, maka beliau melemparkannya dan berkata : “Demi Allah aku tidak akan memakainya sama sekali”. Kemudian beliau membuat cincin dari perak dan para sahabat juga membuat cincin dari perak”. Kemudian Ibnu Umar : “Kemudian setelah rasulullah meninggal, maka cincin itu dipakai oleh Abu Baka, Umar dan utsman, sampai pada suatu saat jatuh darinya di Sumur Aris”. (HR Bukhari, V/2202 no. 5528)
Hadits ini jelas menunjukkan kebolehan memakai cincin dari perak.
Tetapi ada juga hadits yang diriwayatkan oleh juga Imam Bukhari dari Anas seperti yang disebutkan oleh Mas Robin bahwa Anas pada satu hari melihat Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam memakai cincin dari perak. Kemudian para sahabat membuat cincin yang terbuat dari perak dan memakainya. Maka rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam membuang cincinnya dan para sahabat juga membuang cincin mereka (HR Bukhari, V/2203, no. 5530)
Menanggapi dua buah hadits yang dhahirnya bertentangan itu, para ulama memiliki pandapat yang bermacam-macam. Ibnu hajar dalam syarah Bukhari menyebutkan paling tidak ada tiga buah pendapat :
bahwa Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam membuat cincin dengan warna tertentu, karena beliau tidak ingin orang lain menirunya. Ketika para sahabat menirunya, maka beliau membuangnya. Nah, ketika beliau menginginkan untuk membuat cincin yang akan digunakan sebagai stempel surat yang beliau kirimkan kepada raja-raja atau negara yang lain, maka beliau membuat cincin dari perak dan memakainya.
bahwa Rasulullah memakai cincin emas itu untuk perhiasan dan kemudian diikuti oleh para sahabat yang lainnya. Kemudian karena akhirnya emas diharamkan, maka beliau membuangnya. Dan kemudian karena kebutuhan untuk membuat stempel, maka beliau membuat setempel yang terbuat dari perak dan tidak untuk dipakai di tangan.
pendapat yang ketiga mentarjih hadits yang pertama yang menjelaskan bahwa boleh bagi laki-laki untuk memakai cincin dari perak. Dan mereka menyatakan bahwa haidits dari Anas itu diriwayatkan oleh Imam Az Zuhri dan ini merupakan kesalahan dari dia, Az Zuhri itukarena riwayatnya berbeda dengan riwayat-riwayat yang masyhur yang lainnya.
Kemudian Ibnu hajar menyebutkan pendapat yang keempat, yaitu bahwa pada mulanya Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam membuat cincin dari emas untuk poerhiasan kemudian diikuti oleh para sahabat. Kemudian cincin dari emas diharamkan dipakai oleh laki-laki, karena itu beliau melemparnya dan mengatakan saya tidak akan memakainya selamanaya. Kemudian beliau mengambil cincin dari perak dengan mengukir namanya yang mulia pada cincin itu, untuk tujuan sebagai stempel. Kemudian hal ini juga diikuti oleh para sahabat yang lain. Akhirnya rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam lagi memiliki setempel khsusus, karena para sahabat juga memiliki stempel yang sama. Karena itulah beliau membuangnya, seperti yang disebutkan oleh Hadits Anas. Kemudian ketika para sahabat membuang cincin-cincin perak mereka, dan kebutuhan Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam terhadap masih ada, maka beliau mengambil kembali cincin perak itu dan menggunakannya sebagai setempel.
Nah kesimpulan dari jumhur ulama adalah mereka lebih cenderung menyatakan bahwa hadits Ibnu Umar lebih masyhur dari pada hadits Anas dan mereka lebih cenderung mentakwikan hadits Anas atau menyalahkan Az Zuhri sebagai perawi dari Anas. Inilah yang disepakati oleh hampir seluruh madzhab yang ada.Bahkan di dalam madzhab Syafi’i dengan tegas menyatakan bahwa yang diharamkan adalah memakai cincin dari emas untuk laki-laki.
Saya sendiri lebih condong kepada pendapat ini, yaitu kebolehan memakai cincin perak untuk laki-laki, apalagi perempuan. Tetapi, hadits yang dirtiwayatkan oleh Anas bin Malik itu juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahkan hanya selang satu hadits antara riwayat Ibnu Umar dan riwayat darinya. Kemudian tuduhan kesalahan terhadap Az Zuhri, saya masing kurang begitu memahaminya. Jika tuduhan itu benar, maka hadits yang seperti ini tidak lagi shahih, tetapi hadits yang syadz. Dan hadits yang syadz adalah hadits yang dla’id. Sedangkan Imam bukhari tidak meriwayatkan hadits yang dla’if di dalam kitab Shahihnya. Walaupu masih dimungkinkan untuk ditakwil bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Anas adalah bersifat mutlak dan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar adalah menjelaskan dan membatasi kemutlakan hadits Anas itu.
Jadi hukum tertinggi bagi cincin perak adalah boleh, bukan sunnah. Karena makna sunnah adalah dianjurkan dan diberi pahala karena mengerjakannya. Sedangkan di sini ada hadits yang seolah-olah melarangnya.
Tetapi mnurut saya pribadi, permasalahan ini adalah seperti permasalahan memanjangkan rambut kepala. Kalau merujuk kepada yang dilakukan oleh Rasulullah sendiri bahwa rambut beliau adalam sampai bahunya. Jadi rambut beliau adalah panjang, tidak pendek. Tetapi tradidisi beliau adalah memakai surban dan penutup kepala dan menyisir rambutnya dan ketika menunaikan ibadah haji, beliau mencukur habis rambutnya. Ini yang beliau lakukan.
Tetapi lihatlah sekarang, masa sudah berubah. Rambut panjang dan gondrong adalah bukan ciri khas para ulama bahkan sebaliknya.Bahkan ada kesan angker dan serem ketika kita melihat orang yang memanjangkan rambutnya. Nah inilah ciri khas mereka.
Nah, kemudian apakah karena mencontoh rambutnya Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallamsaat ini diperbolehkan ? apalagi disunnahkan ?. Tentu tidak. Lebih baik memendekkan rambut daripada memanjangkan rambut.
Demikian, juga pada cincin. Ada kesan sangar ketika kita melihat seseorang memakai cincin. Bahkan cincin sekarang lebih mengarah kepada simbol dan kekuatan terntentu, apalagi yang berwujud akik. Ketika Rasulullah membuang shallaahu ‘alaihi wasallam membuang cincinnya pada mulanya, karena beliau tidak ingin para sahabatnya ikut-ikutan membuat cincin yang beliau inginkan untuk tujuan tertentu, yaitu untuk setempat. Jadi sekalipun menggunakan cincin perak diperbolehkan untuk laki-laki, tetapi menurut hemat saya, lebih baik tidak memakainya pada saat ini. Inilah kesimpulan saya pribadi, dengan merujuk kepada dua hadits di atas dan keadaan perubahan kemashlahatan yang terjadi.
Kepada Mas Robin, saya sampaikan terima kasih atas koreksinya dan saya tidak tersinggung atas semua kata-katanya, justru inilah yang diharapkan, yaitu forum diskusi untuk kebaikan bersama. Demikian juga mas atau mbak dari serbagratisbuku.wordpress.com. Semoga Allah mengampuni kesalahan saya dan kesalahan kita semua. Amin
http://imamuna.wordpress.com/2009/03/12/cincin-dari-perak-untuk-laki-laki-boleh/
Selengkapnya...
Anda Tidak Perlu Diet Lagi
Arti diet yang sebenarnya adalah pola makan, tetapi kita seringkali salah kaprah dan mengartikan diet sebagai mengurangi jatah makanan untuk menurunkan berat badan. Seringkali diet menjadi momok bagi banyak orang, tetapi, dengan melakukan 12 penyesuaian terhadap gaya hidup, anda bisa menghindari diet keras dan kelaparan untuk selamanya.
Mau mencoba? Lakukan 12 tips dibawah ini untuk menjaga berat badan anda:
TIPS 1: Jangan Makan Karbohidrat Tanpa Asupan Lainnya
Selama anda melakukan cukup latihan dan tidak makan terlalu banyak, tidak ada salahnya mengkonsumsi karbohidrat, tapi jika anda makan karbohidrat saja tanpa asupan lain, anda benar-benar mencari masalah. Karbohidrat yang dikonsumsi tanpa asupan lain seperti serat atau protein akan diserap tubuh dengan sangat cepat dan diubah menjadi glukosa. Kondisi ini akan mengakibatkan kenaikan kadar insulin sehingga nafsu makan anda akan bertambah dan memperlambat proses pembakaran lemak di dalam tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa protein membantu memperlambat konversi karbohidrat menjadi glukosa. Jadi anda seharusnya mengkonsumsi karbohidrat dengan protein di dalam semua makanan anda, baik makan besar maupun kecil.
TIPS 2: Jangan Makan Karbohidrat Lalu Tidur
Jika anda masih lapar sesudah makan malam anda, memakan camilan sebelum tidur bukanlah ide terbaik yang anda punya. Karena ketika anda tidur, maka metabolisme anda akan melambat, sehingga makan karbohidrat sebelum tidur dapat menyebabkan terbentuknya tumpukan lemak baru di perut anda. Lebih baik anda mengkonsumsi protein dalam jumlah kecil dan jangan mengkonsumsi karbohidrat 3 jam sebelum tidur. Tidur dalam keadaan kenyang dengan karbohidrat dapat mengganggu pelepasan GH atau growth hormone, hormon penting dalam proses pembentukan otot.
TIPS 3: Perbanyak Minum
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami dehidrasi akan mengalami penurunan tingkat metabolisme sebanyak 2%. Mungkin hal ini tidak terlihat signifikan, tetapi dalam jangka panjang, hal ini akan menentukan apakah anda akan terlihat seperti model binaraga atau pria tambun pemalas.
Penelitian lain juga menunjukkan minum setengah liter air akan menaikkan tingkat metabolisme sebanyak 30%. Tubuh kita terdiri dari 70% air, karenanya mengkonsumsi cukup air menjadi sangat penting untuk mempertahankan kinerja tubuh dan proses metabolisme. Selain itu, air juga dapat menahan nafsu makan anda. Banyak orang salah membedakan antara perasaan lapar dan kekurangan cairan, hal ini dapat membuat konsumsi makanan menjadi lebih banyak daripada yang seharusnya. Cobalah untuk minum setengah liter air berberapa kali sehari.
TIPS 4: Batasi Jumlah Lemak Jenuh
Lemak itu penting untuk kesehatan, tetapi lemak adalah sumber kalori tinggi. Perbandingannya adalah 9 kalori untuk satu gram lemak, dibandingkan dengan 4 kalori untuk 1 gram karbohidrat dan protein. Jadi jika anda benar-benar ingin kurus, anda harus mengurangi jumlah konsumsi lemak anda, khususnya lemak jenuh. Lemak jenuh penting untuk menjaga kadar testosteron dalam tubuh, tetapi mereka juga disimpan sebagai lemak tubuh. Kurangi jumlah lemak jenuh yang masuk, khususnya dari daging-dagingan yang tinggi lemak.
Konsumsilah lemak tak jenuh lebih banyak. Lemak tak jenuh baik karena lemak ini akan lebih mudah digunakan sebagai energi tubuh. Batasi konsumsi lemak anda agar tidak lebih dari 20% dari jumlah kalori yang anda makan dalam sehari.
TIPS 5: Minum Suplemen Protein
Jika anda adalah salah satu dari banyak orang yang sangat sibuk, anda mungkin saja sering lupa untuk makan. Melewatkan makan siang atau malam akan membuat kadar gula dalam darah menurun dan menghambat pertumbuhan otot anda. Salah satu cara untuk mengatasi kebiasaan buruk ini adalah dengan mengkonsumsi protein shake atau protein bar. Ini adalah solusi cepat bagi anda yang tidak punya banyak waktu. Suplemen protein akan memberi suplai asam amino untuk membentuk dan mempertahankan otot. Selain itu, protein membantu anda untuk merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu kontrol terhadap konsumsi kalori.
TIPS 6: Jangan Lewatkan Sarapan
Sarapan lebih penting daripada makan siang dan makan malam. Kenapa? Karena energi dari sarapan tidak akan disimpan sebagai lemak tubuh tetapi dipergunakan untuk energi sehari-hari. Sarapan membantu anda mengontrol metabolisme anda dan mengurangi nafsu makan di siang hari. Melewatkan sarapan akan membuat anda cenderung makan berlebih pada saat makan siang dan makan malam. Makanlah menu sarapan yang sehat di pagi hari dan jangan pernah melewatkannya.
TIPS 7: Jangan Lupakan Suplementasi Anda
Anda capek mengkonsumsi creatine, glutamine, NO (nitric oxide) dan BCAA? Sayang sekali, karena suplemen ini berguna sekali bagi tubuh anda, khususnya dalam proses pembentukan otot. Ketika anda menambah jumlah otot di dalam tubuh, anda tidak hanya mempercepat proses metabolisme tubuh anda, tetapi juga membuat tubuh anda semakin sulit untuk menyimpan lemak tubuh. Jika anda sudah mensuplementasi dengan suplemen di atas, teruskan kebiasaan itu. Kabar baik juga bagi anda, karena suplemen di atas juga membantu proses pembakaran lemak dan penambahan otot.
TIPS 8: Berlatihlah Lebih Sering
Tubuh anda memang membutuhkan waktu untuk penyembuhan sebagai salah satu kunci untuk pertumbuhan otot. Tetapi, jika anda ingin menaikkan tingkat metabolisme anda tanpa kehilangan waktu untuk beristirahat, lakukanlah latihan lebih sering, misalnya enam kali seminggu dengan intensitas yang lebih rendah. Karena, ketika anda berlatih, metabolisme tubuh akan menjadi lebih aktif selama beberapa jam ke depan.
Latihan enam kali seminggu dengan sesi yang lebih pendek, dibandingkan dengan latihan tiga kali seminggu dengan sesi panjang akan membuat metabolisme anda lebih aktif. Selain itu, berlatih dengan sesi yang lebih pendek akan mencegah anda dari overtraining.
TIPS 9: Bagi Porsi Karbohidrat Menjadi Setengahnya
Kurangi konsumsi karbohidrat anda (seperti nasi) menjadi separuh dari porsi biasanya dan ganti separuh porsi tersebut dengan sayuran yang tinggi serat sehingga jumlah karbohidrat yang anda konsumsi akan lebih kompleks. Penggantian dengan makanan berserat ini akan membuat anda lebih cepat kenyang dan lebih lama dalam mempertahankan rasa kenyang tersebut.
TIPS 10: Cobalah Minuman Berserat
Minuman berserat tanpa gula membantu anda untuk tetap kurus. Serat beraksi seperti spons yang menarik air di dalam perut anda, sehingga anda akan merasa kenyang lebih lama. Serat juga menurunkan nafsu makan anda dengan cara meningkatkan reseptor glukosa di dalam sel otot, yang secara tidak langsung menurunkan kadar insulin. Insulin terbukti sebagai salah satu peningkat nafsu makan, sehingga semakin rendah kadar insulin anda, semakin rendah pula nafsu makan anda. Konsumsilah minuman berserat pada malam hari sekali sehari untuk menjaga anda dari perasaan lapar di malam hari.
TIPS 11: Bandingkan Diri Anda
Sekali-kali bersikap narsis baik bagi perkembangan tubuh anda. Ambil foto anda dengan kondisi tubuh saat ini lalu tetapkan target untuk 2 bulan kedepan. Setelah itu lihat perkembangannya dan bandingkan dengan foto anda yang terbaru. Cara ini akan menambah motivasi anda untuk melakukan pola makan yang lebih sehat dan latihan yang lebih teratur.
TIPS 12: Makan Enak Seminggu Sekali
Jika anda sudah berhasil menepati 11 tips di atas dalam seminggu ini, maka anda boleh makan enak sekali dalam seminggu dengan menu apapun yang anda inginkan. Tetapi bukan berarti anda boleh menghabiskan satu pizza ukuran large sendirian. Tentu anda boleh makan enak, tetapi tetap dalam porsi yang wajar.
BY : http://www.sinergifitness.com/
Selengkapnya...



